8 Hal yang perlu diperhatikan dalam Kecepatan website

Pernah gak sih kalian mengalami connection timeout, bandwith limited, loadingnya lamaa bangeet, dan permasalahan error website kamu. Aku pernah tuh ternyata website aku tuh jauh dari kata layak. Sehingga akunya jadi malas buat nulis, belum apa- apa sudah suka connection timeout gitu. Belum lagi kata teman aku website aku lolaa. Kan aku bingung ya supaya benerin gimana? Kan aku gak jago IT, gak punya uang buat benerin. Lagipula aku bikin website ini ya bonek (bondo nekat) gitu. Pengen gitu punya website personal ala ala artis atau influencer gitu. Seenggaknya self hosting gitu. Ternyata setelah aku kepo mencari informasi dan jika kalian baca postinganku sebelumnya Memasuki Era Fast Hosting dan Cara Websitemu jadi cepat. Maka sudah ada perubahan yang aku rasakan gitu.

Mulai dari sudah banyak pengunjung rata- rata 10 per hari, website aku berada page rank pertama di google dan website aku gak lola yeyeye 😁😁. Untuk bisa website kamu cepat, aman dan reliable tidak perlu membutuhkan hardware yang canggih dan network yang bagus. Cukup optimalkan fitur yang ada bisa kok website kamu cepat. Nah hal yang perlu kamu perhatikan adalah

1. Kenali websitemu

Jika kamu ingin website kenali dulu karakteristiknya apa. Apa mau bikin blog biasa seperti aku? Website perusahaan skala besar atau kecil? Apa website keperluan branding, produk atau gimana? Mau bikin online shop-kah? Atau Sistem Informasi yang cukup kompleks?

Karena karakter website yang kamu punya itu membutuhkan cloud hosting dan server yang tepat. Misalnya buat seperti aku hanya blog biasa cukup cloud hosting yaa yang ringan hanya 500 Mb. Berbeda jika online shop yang mana kapasitasnya ya minimal 2 GB.

2. Pilih hosting yang tepat

Kalau aku memilih dewaweb sebagai layanan memilih domain dan hosting. Dewaweb juga menyediakan domain gratis dan hosting gratis. Duh aku nyesel gak kepoin banyak soal dewaweb, tapi tak apalah meski berbayar sudah murah kok untuk kantong dompet aku. Lagipula alasan aku memilih ini karena suka tagline-nya secure, fast and reliable. Kenapa sih pilih dewaweb dalam kecepatan website kamu

3. Tidak Berat

Seperti pada postinganku sebelumnya. Jangan asal install plugin sembarangan karena berdampak pada kecepatan website kamu. Install plugin yang sangat dibutuhkan. Untuk wp self hosting memang tidak diperkenankan menggunakan jetpack karena memang berat. Oleh karenanya jika kalian tetiba punya ide buat tulisan mending tulis aja di kertas atau ketik di memo hp baru deh pindah ke desktop. Kalau pakai wp mobile gak bisa karena diperuntukkan untuk bukan self hosting.

Kemudian pilih tema website yang tidak berat disesuaikan kapasitas cloud hosting yang kamu punya.

4. Install plugin litespeed

Litespeed Cache memiliki banyak keunggulan, diantaranya:

  • Server level Full Page Cache
  • All in one wordpress cache plugin
  • Support all features of Http/2, QUIC, Redis, etc
  • Edge Side Includes (ESI)
  • Database Optimization (Redis caching, etc)
  • Lightweight on CPU, RAM, Disk

Artinya plugin telah mengcover semuanya jadi satu untuk semua. Plugin ini berkerja langsung ke server. Lebih cepat 40 kali lipat dari plugin lainnya, menyediakan security against layer 7 DDOS pastinya kompatible dengan wordpress. Caranya kamu buka akun wp admin –> plugin –>search litespeed –> install –> aktifin deh.

Jika ada kendala kamu bisa tanyakan chat ke dewaweb. Ingat chat ke website yang tertera di dewaweb. Balesannya cepat jika belum tunggu aja menunggu antrian jangan langsung tutup chat karena akan memulai dari awal lagi

5. Cloudflare

Melingkapi dari litespeed kudu aktifin cloudflare di cpanel. Gunanya mengaktifkan keamanan fully loading time kecepatan website kamu. Caranya kalian bisa nonton video tutorial di sini

6. http/2

Nah ini yang terkadang luput dari perhatian. Banyak blog biasa seperti aku masih menggunakan http1 padahal di era yang serba cepat dimana era jaringan mobile sudah 4G LTE bahkan rencananya 2020 akan 5G. Kebayang dong betapa cepatnya jaringan sayangnya protocol website kamu masih http1. Ibarat jalan tol sudah dilebarkan dan gerbang tol ada 10 tapi  yang dibuka gerbangnya cuma satu. Kan mubazir gerbang lainnya jadi percuma. Nah seperti itulah kegunaan http/2

Jika website kamu tidak bewarna hijau tandanya belum http/2. 

Caranya bisa https yaitu kamu login akun cpanel kamu lalu ke lets encript SSL. Selanjutnya ada +isu di bawah. Nah kamu klik itu.

Trus akan ada kotak dialog seperti ini, cheklist apa yang termasuk untuk domain, ya sudah tinggal klik ok aja gak usah otak atik lagi.

Apabila berhasil domain kamu akan berada di atas seperti ini

Kemudian buka wp admin kamu klik setting general ubah url http jadi https dan save

Kamu bisa mengujinya di keycdn tuk mengetahui apakah sudah http/2

Jadi jika website kamu pada kotak url ada gembok ijo tandanya sudah http/2. Itu artinya oleh search engine sudah dibaca di sistem pencarian

Manfaat yang bisa didapatkan dari http/2 ialah

  • Mempercepat loading website secara signifikan dengan teknologi multiplexing, concurrency, kompresi header, dan server push (server bisa mem-push content untuk di-loading di background, seperti AJAX).
  • Menghemat penggunaan resources di seient.
  • Koneksi HTTPS berjalan lebih cepat dan lebih aman berkat teknologi kompresi dan enkripsi yang lebih efisien.
  • Memberikan kontrol lebih besar kepada developer aplikasi untuk mengatur prioritas urutan object yang mau di-load lebih dulu.
  • Lebih canggih dan cepat dibanding protokol SPDY sebelumnya. Google akan menghapus SPDY support dari browser Chrome mulai awal tahun 2016. (Sumber:dewaweb.com)

7.  Compress foto dan video

Usahakan compress foto dan video. Kalian pernah gak sih downloadnya foto dan video lama padahal jaringannya stabil. Itu artinya I/0 dan bandwidth dicekik atau istilahnya terjadi bottleneck. Nah untuk mencegah terjadi bottleneck gitu nah diperlukan redis caching gitu. Berhubung server dewaweb sudah mendukung teknologi redis jadi aku tak perlu kuatir. Jangan malas tuk compress file karena memang berpengaruh lagipula storage website aku kecil 500 MB makanya kalau posting foto aku compress dulu biar gak makan tempat. Soalnya pernah pengalaman storage penuh dulu jadi server error hiks 😢

8. Ukur kecepatan website melalui Gtmetrix

Untuk mengetahui seberapa cepat website kamu. Kamu bisa ke link https://gtmetrix.com

Ketik url website kamu dan analize. Tunggu dan lihat hasilnya jika kecepatan kurang dari 3 detik tandanya cukuplah.

 Bisa dibilang website aku juga terkadang loading lebih dari 3 detik. Tapi mau gimana lagi semampu aku dalam mengembangkan website segini. Mau aku perbaiki kok takut ya soalnya pernah data hilang dan gak ada back up data. Sehingga ada semacam trauma gitu

Itu tadi sharing pengalaman tentang kecepatan website. Mungkin bisa dibilang tidak sempurna. Tapi cuma ini yang bisa aku share semampu aku dan sebisa aku. Sharing is caring.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *